Rabu, 23 April 2008

roncer 4

Salam marketer,
Saya percaya bahwa pada tahap awal, fungsi iklan sebatas memberi tahu dan mengajak. Baru setelah persaingan makin ketat dan masing-masing produk tidak memiliki perbedaan signifikan sehingga barang A atau B sama saja, iklan bisa berfungsi sebagai pembeda. Di sinilah biasanya orang menciptakan iklan yang emosional dengan harapan emotional bonding ini menjadi added value bagi produk terkait.
Karena saat ini Roncar masih berada di kategori blue ocean maka yang mereka butuhkan masih sebatas informasi dan ajakan. Baru setelah muncul produk sejenis, Roncar harus bisa membuat inovasi lainnya atau akhirnya meminta bantuan iklan untuk membuat produknya stands out among the crowd. Demikian pendapat saya, mohon pencerahan miliser lainnya.
thanks / wiras
- Sembunyikan kutipan teks -


henkytonk <henkytonk@yahoo.com> wrote:
Salam untuk semua,
Nama saya Henky, saya barusan saja ikut milist ini, jadi salam kenal
untuk semuanya. RONCAR...terus terang, untuk pengamat marketing dan
iklan pasti akan melihat iklan ini dari sudut yang berbeda2. Tapi saya
terkesan sekali dengan cara pembuatannya yang "tidak berkualitas" tapi
"berjualan".

Maksudnya....iklan tersebut tidak ada unsur indahnya, tidak ada unsur
kreatif dalam komunikasinya....yang ada jualan to the point pada
penggunaannya....Hebat kan.

Dan satu lagi, produsen nya membuat iklan tersebut dalam durasi 1
menit, dengan placement yang cukup sering dan heavy....jadi memang
budget iklannya lumayan besar. Tapi ya itu.....dari banyaknya pembuat
iklan yang bagus, dia muncul dengan positioning yang jelas untuk
jualan, mengena dan transparant. Langsung pada sasaran. Estetika tidak
diperlukan lagi, atau malah justru susah untuk kategori produk seperti
itu?

Demikian komentar saya,
Maaf kalo ada yang tidak berkenan,
Salam,

--- In marketing-club@yahoogroups.com, "candra@..." wrote:
>
>
> Happy weekend for all marketers.
>
> Ikut nimbrung soal RONCAR ini.
> kalo saya lebih melihat dari eksekusi iklan saja.
> dengan eksekusi yang sangat sangat konvensional seperti ini,
> rasanya tentu akan menjadi cibiran para praktisi iklan sendiri.
>
> walaupun ada adegan yang sangat tidak masuk akal
> ketika sang pengguna (seorang wanita) malahan bercanda
> dengan si maling saat tertangkap basah. it's absurd.
>
> tapi jujur saja, dari segi inovasi produk, memang produk
> ini boleh diacungi jempol dari terobosan.
>
> dan saya cukup yakin, pengguna kendaraan kelas
> CAMRY dan sejajarnya, mungkin cukup gengsi pake produk ini.
>
> CMIIW.
>
> salam,
> // candra
> www.brandsterindonesia.com
>

roncer 3

Coba hitung ada berapa TVC dalam sehari? ada berapa banyak produk yg beriklan? seberapa sering tiap produk mengulang iklanny dalam satu hari?
Jawabannya dari semua adalah "banyak"
Iklan dibuat salah satunya bertujuan untuk menarik perhatian (either itu attention atau awareness), jadi diantara sekian banyak iklan anda harus membuat iklan anda paling menarik.
IMHO, menarik bisa datang dalam dua bentuk:
1. Bagus Sekali
2. Buruk Sekali
Jadi iklan yg biasa2 aja akan tenggelam begitu saja.
Back to RONCAR:
Iklannya menurut saya buruk sekali (terserah mau dilihat dari sudut manapun) dgn tingkat repetisinya tinggi sekali, maka kombinasi yg muncul adalah TVC RONCAR amat sangat menarik sekali...buktinya postingan ini bisa sebegini panjang, nah kalo penjualan mereka ternyata dapat mencapai target maka dengan ini saya bilang campaign RONCAR telah BERHASIL...(in sales driven wise)
-ibnu-

On 4/19/08, candra@brandsterindonesia.com <candra@brandsterindonesia.com> wrote:

salam untuk rekan2 marketer,

ikut nimbrung dikit lagi soal RONCAR, walopun mungkin sudah agak
puanjang,
tapi memang jadi buah bibir juga.

pendapat saya pribadi, rasanya masih agak sulit menerima bahwa visual
iklan
yang Nggak Banget versi RONCAR ini adalah strategi. setau saya, CMIIW,
membuat iklan jelek juga tetep ada sisi eksekusi dan pertimbangan
yang matang
dari ads creatornya sendiri.

pandangan saya sih cuma salah sasaran aja.

hampir mirip dengan visual MDL525, singkatnya : diposisikan minuman ini
dikonsumsi oleh bos, tetapi kok konsep iklannya.. ehem.. sori.. agak
kurang cocok
(CMIIW).

only humble opinion. what's yours?

// candra
chief admin Brandster Indonesia

roncar 2

Saya pengen juga nih buka mulut soal iklan Roncar, karena mulut saya udah gatel liat iklannya yang amat sangat nggak banget, alias udik & norak gak ketulungan plus jalan cerita iklannya aneh bin ajaib.

Yang jadi ganjalan saya bukan isi iklannya, tapi mengenai pemakaian sms premium yang 2000 perak / sms & premium call yang 3.420 / menit. Kenapa mereka bukannya mencantumkan alamat & nomor telepon mereka yang jelas, yang tidak perlu membayar ekstra buat orang yang ingin tau lebih banyak tentang produk itu?

Bukannya premium call & sms premium itu bisa menghambat keinginan orang untuk tau lebih banyak tentang suatu produk karena harus keluar biaya ekstra? Atau malahan sebaliknya? Bisa jadi daya tarik tersendiri?


FERRY GUNAWAN JUSUF
TELP: 0811 92 5590 / (021) 7037 0936
Please visit my web sites:
- http://jasa-antara.blogspot.com
- http://fun.to/langitbiru


--- On Mon, 4/21/08, Bechman Simanjuntak <bechman2kind@yahoo.com> wrote:

From: Bechman Simanjuntak <bechman2kind@yahoo.com>

Salam Marketer,
Saya cukup sependapat dgn Pak Irwan.
Justru dgn iklan yg "ngga banget" begitu membuat efek awareness tinggi.
Oiya kadang iklan yang Hard Sell itu justru "ngga banget" loch.
But it works on the market!!!
Plus satu sisi lagi yg kudu diperhatikan,
Target Roncar kan sebenarnya bukan cuma end user.
Tapi pemilik bengkel, service station, dsb...
dimana jujur aja kalo kita terlalu "indah" garapnya pemilik bengkel itu ngga interested.
Namun memang pemilihan kendaranaan yang di shoot-nya kurang oke.
Regards,
Bram
..:::kadang norak itu perlu:::..

Ronce pREMIUM CALL

Saya pengen juga nih buka mulut soal iklan Roncar, karena mulut saya udah gatel liat iklannya yang amat sangat nggak banget, alias udik & norak gak ketulungan plus jalan cerita iklannya aneh bin ajaib.

Yang jadi ganjalan saya bukan isi iklannya, tapi mengenai pemakaian sms premium yang 2000 perak / sms & premium call yang 3.420 / menit. Kenapa mereka bukannya mencantumkan alamat & nomor telepon mereka yang jelas, yang tidak perlu membayar ekstra buat orang yang ingin tau lebih banyak tentang produk itu?

Bukannya premium call & sms premium itu bisa menghambat keinginan orang untuk tau lebih banyak tentang suatu produk karena harus keluar biaya ekstra? Atau malahan sebaliknya? Bisa jadi daya tarik tersendiri?


FERRY GUNAWAN JUSUF
TELP: 0811 92 5590 / (021) 7037 0936
Please visit my web sites:
- http://jasa-antara.blogspot.com
- http://fun.to/langitbiru